RSUD dr Slamet Garut Siapkan Ruangan Khusus untuk Pasien Gagal Ginjal Akut

oleh -116 Dilihat

Garut – Hingga saat ini di wilayah Kabupaten Garut belum ada warga yang terindikasi terserang penyakit gagal ginjal akut.

Namun sebagai langkah antisipasi, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Garut telah menyiapkan ruangan khusus.

Humas RSUD dr Slamet Garut, Cecep Ridwan, menyebutkan sampai hari ini RSUD dr Slamet belum menerima pasien yang menunjukan terserang penyakit gagal ginjal akut.

Namun hal ini bukan berarti pihaknya tak mempersiapkan segala sesuatunya jika suatu saat ada pasien gagal ginjal akut.

“Untuk pasien gagal ginjal akut sampai hari ini tidak ada. Namun kami sudah memiliki persiapan apabila kemudian harus merawat pasien seperti itu,” ujar Cecep, Jumat 28 Oktober 2022.

Sebagai langkah persiapan, tuturnya, RSUD dr Slamet Garut sudah menyiapkan satu ruangan khusus. Ruangan tersebut merupakan bekas ruangan IGD yang kini sudah dipindahkan.

Menurut Cecep di ruangan ini ada 10 bed atau tempat tidur yang sudah dipersiapkan. Namun apabila masih dibutuhkan ketika jumlah pasien membludak, pihak RSUD masih punya cadangan bed serta ruangan yang lebih banyak lagi.

Selain ruangan dan bed, diungkapkan Cecep, pihaknya juga sudah menyiapkan fasilitas lainnya yang diperlukan. Ada ventilator dan juga sejumlah dokter spesialis yang setiap saat siap memberikan pelayanan.

“Saat ini baru 10 bed yang kita siapkan termasuk dengan fasilitas lainnya. Namun jika sampai terjadi ledakan jumlah pasien, kita pun sudah menyiapkan bed yang lebih banyak di ruangan lainnya,” katanya.

Persiapan ini disampaikan Cecep sudah dilaksanakan sejak jauh-jauh hari, tepatnya sejak di sejumlah daerah muncul penyakit gagal ginjal akut. Namun ia berharap di Garut tidak ada warga yang terserang penyakit ini.

Cecep menjelaskan, pihaknya juga telah mempersiapkan strategi sebagai antisipasi kemunculan penyakit gagal ginjal akut di Garut. Salah satunya, untuk tenaga kesehatan akan diambil dari beberapa ruangan dengan cara bergilir.

Sedangkan kalau sampai kejadiannya lama seperti yang terjadi pada kasus serangan Covid-19, pihaknya akan menetapkan semua staf dilibatkan untuk melakukan penanganan.

“Sedangkan untuk SOP penanganan penyakit gagal ginjal akut ini sama dengan penyakit lain pada umumnya. Hanya saja untuk mereka yang mengalami gangguan pernapasan atau menderita gejala-gejala berbeda, kita lakukan penanganan khusus,” ucap Cecep.

Sumber: Pikiran Rakyat

No More Posts Available.

No more pages to load.